Pusat barcode dan point of sale indonesia

Indosat-Alfamart Kembangkan Layanan Transaksi via HP

November 20, 2009 · Leave a Comment

PUSAT BARCODE :

Jakarta (ANTARA News – Kamis, 19 November 2009 22:26 WIB) – Operator telekomunikasi, Indosat, mengembangkan layanan transaksi dengan telepon seluler atau HP yang diberi nama Dompetku yang dapat diaplikasikan di jaringan toko ritel Alfamart.

Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro, di Jakarta, Kamis, mengatakan, pihaknya telah mengaplikasikan teknologi yang handal (host 2 host) sehingga pelanggan cukup menggunakan token (kode pembayaran untuk pembelanjaan di merchant) untuk melakukan transaksi pembelian.

“Pembelian saat ini tidak hanya terbatas pada Alfamart 24 jam, namun seluruh toko Alfamart bukan Alfa Midi di area Jabotabek,” katanya.

Dompetku merupakan suatu layanan yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran, pembelian, pemindahan uang melalui mobile phone yang dimilikinya dengan menggunakan account yang telah didaftarkan.

Semua pengguna Matrix, IM3, dan Mentari dapat menikmati layanan itu dan untuk sementara baru dapat dinikmati oleh pelanggan-pelanggan Indosat yang berada di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

“Inovasi lainnya adalah untuk melakukan isi ulang voucher atau cash in, yang semula hanya bisa dilakukan di Galeri Indosat, kini bisa dilakukan melalui jaringan ATM Bank Permata, yang merupakan salah satu Bank yang terhubung hampir ke seluruh Bank yang ada di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, isi ulang juga bisa dilakukan melalui Bank Jaringan Bersama ALTO Prima dan juga di Alfamart (merchant).

Guntur mengatakan, registrasi untuk mendapatkan layanan itu mudah karena pelanggan cukup menelepon ke nomor 789 dari ponselnya.

“Transaksi keuangan baik pembelian maupun pembayaran tagihan dan pengisian pulsa dapat dilakukan semudah mengirim SMS dan pelanggan akan menerima SMS jawaban sebagai bukti transaksi,” katanya.

Pihaknya menjamin penuh keamanan transaksi dengan Dompetku karena layanan itu dilengkapi dengan sistem perlindungan maksimal.

“Pelanggan pilih sendiri, setiap transaksi yang pelanggan lakukan juga akan di-encrypt (diacak) untuk menjamin keamanan transaksi pelanggan tersebut,” katanya.(*)

Disadur dari : Antara

→ Leave a CommentCategories: barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Swasta Asing Kembali Menyerbu, Ritel Lokal Belum Hilang Pesona

November 19, 2009 · Leave a Comment

PUSAT BARCODE :

INILAH.COM, Jakarta – Masuknya pemain asing seperti Walmart dan Tesco dalam pasar ritel modern domestik, akan memperketat persaingan. Namun, kondisi ini diyakini belum mengancam peritel lokal.

Purwoko Sartono analis dari Panin Sekuritas mengatakan, masuknya pemain asing memang belum tentu jadi ancaman perital lokal seperti PT Matahari Putra Prima (MPPA), PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS), dan PT Mitra Adiperkasa (MAPI). “Tetapi, bila meliat target pasarnya, tentu bisa menjadi berita buruk bagi saham bersangkutan,” ujarnya Kamis (19/11).

Purwoko mengakui, Walmart dan Tesco memang termasuk peritel besar dan handal di negerinya. Namun, belum tentu dapat bertahan di Indonesia, “Sebelum krisis, Walmart juga pernah masuk ke Indonesia, tapi gagal,” tukasnya.

Seperti diketahui, dua raksasa ritel dunia, Tesco dari Inggris dan Walmart dari AS, berencana masuk ke pasar ritel Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Benjamin J Mailool mengatakan, peritel asing ini kemungkinan masuk melalui sistem merger, yang notabene lebih mudah ketimbang membuat baru.

Menurutnya, selain populasi penduduk yang besar, pasar Indonesia menarik untuk pengembangan bisnis ritel. Hal ini terkait pertumbuhan ekonomi yang masih positif.

“Namun, peritel asing juga masih mencermati kepastian hukum dan regulasi perdagangan,” ujarnya. Purwoko merekomendasikan saham ritel MPPA dan RALS. “Emiten ini dapat menjadi pilihan menarik saat ini,” imbuhnya..

MPPA saat ini belum akan melirik lagi pasar di luar negeri dan fokus menggarap ritel di dalam negeri, meski berhasil menjadi peritel terbaik di Asia Pasifik untuk ketiga kalinya.

Direktur Corporate Communication Matahari Danny Kojongian mengatakan krisis ekonomi dunia juga menjadi pertimbangan peritel multiformat itu sehingga belum berminat lagi menggarap pasar di negara lain, setelah membuka satu department store Matahari di Shenzhen, China, pada 2006.

Sedangkan Danareksa Securities masih mempertahankan rekomendasi beli untuk RALS. Hal ini seiring kinerja kuartal krtiga 2009 yang masih in line dengan ekspektasi, meskipun sedikit melebihi forecast konsensus. “Kami masih mempertahankan target harga di Rp720 dengan rekomendasi beli,” ungkapnya.

Per Oktober 2009, penjualan RALS turun 25% dibandingkan sebulan sebelumnya menjadi Rp298 miliar. Hal ini karena faktor hari raya yang sudah berlalu. Sedangkan penjualan secara kumulatif turun 3,3% menjadi Rp4,68 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Angka ini telah mencapai 81,6% dari estimasi 2009 kami,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejak awal tahun, same store growth SSG per November 2009 membaik menjadi minus 3,9% dari sebelumnya minus 4%. Namun, peningkatan tersebut tidak signifikan dari yang diharapkan, akibat rendahnya penjualan 2009.

“Estimasi pendapatan 2009 masih dipertahankan, meskipun prediksi 2010 diturunkan 5,1%, akibat merosotnya penjualan dan kenaikan biaya operasional,” jelasnya.

Untuk MAPI, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru-baru ini telah memberi rating id A+ atas obligasi I/2009. Dengan peringkat tersebut, lembaga pemeringkatan menilai prospek keuangan maupun kinerja perusahaan ritel ini dalam kondisi stabil.

Analis Pefindo Vonny Widjaja dan Niken Indriarsih menyatakan, rating tersebut menggambarkan posisi MAPI yang kuat di industri ritel modern Indonesia. MAPI memiliki strategi pasar yang kuat lewat diversifikasi produk, strategi pemasaran, dan jalur distribusi yang luas sesuai target konsumennya, yakni kelas menengah-atas.

Kinerja perseroan juga memuaskan. Sepanjang kuartal ketiga 2009, MAPI berhasil membukukan kenaikan penjualan 22% dan laba bersih hingga 100%. Perseroan pun memiliki 689 gerai di seluruh Indonesia.

Dengan masuknya swasta asing ke pasar domestik, industri ritel dalam negri tampaknya masih bisa bertahan. Hal ini didukung membaiknya daya beli, terindikasi dengan reboundnya indeks CCI dan Retail Sales Index. Selain ditopang kondisi makro yang menguat, terutama dengan ekspektasi membaiknya inflasi dan tingginya pertumbuhan ekonomi. [mdr]

Disadur dari : inilah.com

→ Leave a CommentCategories: POS Peripherals · barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Daya Saing Jatim Rendah

June 12, 2009 · Leave a Comment

PUSATBARCODE :

95 Persen Proyek Swasta Digarap Kontraktor Luar

SURABAYA [Jum'at, 12 Juni 2009] – Proyek-proyek besar sektor properti milik swasta di Jatim nyaris tidak ada yang bisa dinikmati kontraktor lokal provinsi ini. Kalau pun ada, jumlahnya tidak lebih dari lima persen.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Jatim Erlangga Satriagung, kondisi itu terjadi karena rendahnya daya saing dan minimnya sumber daya yang dimiliki. “Lemahnya daya saing juga terjadi karena minimnya keberanian para kontraktor di Jatim untuk ikut dalam tender proyek-proyek besar,” kata Erlangga dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) LPJK Daerah Jatim di Hotel Mercure Grand Mirama kemarin (11/6).

Dia menambahkan, kontraktor lokal lebih banyak menunggu proyek-proyek pemerintah yang nilainya juga tidak seberapa besar. Sedangkan proyek pemerintah yang nilainya besar tetap digarap kontraktor luar Jatim.

Saat ini, di Jatim terdapat 16.281 badan usaha konstruksi yang terdaftar di LPJK. Sebanyak 15.355 atau 95,4 persen ada di tingkat kualifikasi kecil. Sisanya 925 badan usaha berkualifikasi besar. “Mayoritas menggarap proyek general atau tidak spesialis jenis tertentu,” ujarnya.

Kurangnya daya saing itu juga diindikasikan dari minimnya jumlah tenaga ahli besertifikat di Jatim. Dari total 10.026 tenaga ahli yang tercatat di LPJK, hanya 2.538 orang yang mengikuti uji kompetensi.

Begitu juga dengan tenaga terampil. Sejak 2004 hingga 2008, sebanyak 44.297 orang mengikuti kompetensi kumulatif, atau 8.858 orang per tahun. Parahnya, catatan akhir 2008 menunjukkan bahwa jumlah tenaga terampil besertifikat menyusut menjadi 23.024 orang. Itu terjadi karena ada yang berpindah tempat, meninggal, atau pun tidak memperbarui uji kompetensi. “Di Jatim sendiri membutuhkan 815 ribu tenaga ahli maupun terampil per tahun. Jadi, tenaga yang ada masih jauh dari cukup,” terang Erlangga.

Dia menjelaskan, sebenarnya di Jatim sangat banyak tenaga ahli atau pun terampil, namun belum besertifikat. Artinya, mereka bekerja tanpa ada pengakuan kualitas yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mendongkrak citra maupun daya saing perusahaan konstruksi. “Jika itu terus terjadi, kami khawatir badan usaha konstruksi Jatim akan semakin terpuruk saat kontraktor asing masuk,” katanya. (luq/fat)

Disadur dari : JawaPos

→ Leave a CommentCategories: Buying Guide · POS Peripherals · barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pertumbuhan 7 Persen 2010 Bukan Mustahil Namun Ambisius

June 10, 2009 · Leave a Comment

PUSATBARCODE :

Jakarta (ANTARA News – Rabu, 10 Juni 2009 00:10 WIB) – Pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada 2010 bukan hal mustahil namun dinilai terlalu ambisius di tengah dampak krisis global yang belum sepenuhnya pulih.

“Yang disepakati di Komisi XI DPR untuk asumsi pertumbuhan ekonomi 2010 itu 5-6 persen, artinya kalau optimis akan mengarah ke 6 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 7 persen bukan hal mustahil namun hal itu juga akan tergantung dari kondisi internal dan eksternal.

Di sisi internal kalau semua mesin pertumbuhan ekonomi sudah jalan, konsumsi, dan investasi bertambah kuat, maka bisa saja pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen.

“Juga bagaimana pengeluaran pemerintah termasuk stimulus fiskal, konsumsi masyarakat, supplay kebutuhan masyarakat bisa dijaga,” katanya.

Sementara itu dari sisi eksternal, kata Rusman, harus dilihat apakah perekonomian dunia sudah pulih sepenuhnya.

“Salah satu mesin pertumbuhan ekonomi adalah ekspor, sehingga negara-negara pengimpor juga harus sudah pulih dulu, kalau negara-negara pengimpor belum sembuh, ya susah,” katanya.

Menurut dia, yang juga perlu mendapat perhatian adalah apakah dampak krisis ekonomi global sudah mencapai puncaknya pada 2009 ini.

“Kalau 2009 ini sudah mencapai titik terendah maka lonjakan sedikit pun akan menjadi cukup tinggi,” katanya.

Mengenai adanya anggapan jika pertumbuhan ekonomi 2010 hanya ditetapkan sebesar 5-6 persen maka pemerintah tidak melakukan apa-apa, Rusman mengatakan, pertumbuhan ekonomi merupakan gabungan dari berbagai komponen ekonomi.

“Itu merupakan resultance berbagai komponen ekonomi, dan tidak ada yang bisa menentukan faktor ekonomi yang sifatnya eksternal,” katanya.

Komisi XI DPR dalam raker dengan pemerintah beberapa waktu lalu menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5-6 persen, namun dalam rapat Panitia Anggaran DPR muncul desakan agar asumsi pertumbuhan ekonomi dinaikkan menjadi 7 persen.

Untuk tahun 2009, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4-4,5 persen.

Sementara itu lembaga internasional seperti IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 hanya akan mencapai sekitar 2,5 persen sementara untuk 2010 sebesar 3,5 persen. Namun kemudian IMF merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi 2009 menjadi 3-4 persen.(*)

Disadur dari : Antara

→ Leave a CommentCategories: Buying Guide · POS Peripherals · barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Rupiah Berapresiasi? Jangan Khawatir, kata Menkeu

June 9, 2009 · Leave a Comment

PUSATBARCODE :

Jakarta (ANTARA News – Senin, 8 Juni 2009 17:36 WIB) – Menkeu/Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menyatakan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan penguatan rupiah hingga di bawah Rp10.000 yang terjadi akhir-akhir ini.

“Nilai tukar rupiah tidak akan jauh beda dengan asumsi yang telah ditetapkan, tidak perlu khawatir,” kata Menkeu ditemui di Gedung Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Senin.

Ia menyebutkan, jika dikaitkan dengan asumsi di APBN maka nilai tukar rupiah harus dilihat selama satu tahun.

“Kalau kita lihat selama minggu ini (kemarin), itu memang di bawah Rp10.000, tapi `overall` (keseluruhan) akan kita lihat rata-ratanya selama Januari-Desember,” katanya.

Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah pada tahun 2009 akan berada pada kisaran Rp10.000 – Rp10.500 per dolar AS atau sesuai dengan asumsi bersama pemerintah dan Panitia Anggaran DPR dalam pembahasan awal RAPBN 2010.

Mengenai revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 oleh IMF dari semula 2,5 persen menjadi 3-4 persen, Menkeu sudah menduga bakal terjadi revisi seperti itu.

“Dalam memandang Indonesia, IMF menganggap konsumsi tidak setinggi yang kita prediksi,” katanya.

Sri menilai IMF telah memprediksi faktor pemilu dan dampak penurunan harga BBM yang memberi kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan terlalu berlebihan memperkirakan dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia.

“Mereka melihat kondisi seluruh kawasan ASEAN merosot sangat tajam dan menganggap Indonesia tidak terkecuali, ternyata tidak,” katanya.

Selain itu, Indonesia memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi China sehingga bisa mengendalikan ekspor tidak berkontraksi terlalu dalam.

Sri menuturkan, pada kuartal pertama 2009 ekspor nasional negatif 19 persen, namun pada kuartal dua dan tiga kontraksi ekspor ini akan mengecil karena dorongan pemulihan hubungan regional. (*)

Disadur dari : AntaraNews

→ Leave a CommentCategories: Buying Guide · POS Peripherals · barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Apotek Kimia Farma akan diwaralabakan

June 8, 2009 · Leave a Comment

PUSATBARCODE :

JAKARTA (Bisnis.com – Jumat, 05/06/2009 14:49 WIB): PT Kimia Farma Tbk akan mewaralabakan divisi apoteknya guna membantu meningkatkan pendapatan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Endang Suyarti Z.N mengatakan pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan rencana mewaralabakan divisi apotek, termasuk masalah sistem teknologi informasi (TI) dan aturan main serta persyaratan waralaba itu sendiri.

“Waralaba ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan,” ujarnya kepada Bisnis.com seusai RUPS perseroan, kemarin.

Menurut dia, waralaba ini kemungkinan baru bisa diwujudkan pada tahun depan, mengingat banyak aspek yang harus dipersiapkan.

Direktur Keuangan Kimia Farma Rusdi Rosman menambahkan perseroan telah menyiapkan belanja modal untuk mendukung pembiayaan dalam rangka waralaba tadi, terutama perangkat teknologi informasi.

Menurut Endang, Kimia Farma sebenarnya telah menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam pengelolaan apotek, namun sifatnya KSO (kerja sama operasi). “Sudah ada beberapa Apotek Kimia Farma yang kami-KSO-kan. Mulai tahun ini, kami berencana mengubah sistem kerja sama dengan pihak lain, yaitu melalui pola waralaba,” kata dia.(er)

oleh : Afriyanto
Disadur dari : Bisnis.com

→ Leave a CommentCategories: Buying Guide · POS Peripherals · barcode · berita · point of sale

Konsumen RI diduga akan banjiri GSS

June 5, 2009 · Leave a Comment

PUSATBARCODE :

JAKARTA (bisnis.com – Rabu, 03/06/2009 14:50 WIB): Singapore Tourism Board menyatakan optimistis The Great Singapore Sale (GSS) yang digelar sampai 26 Juli tetap akan dibanjiri konsumen dari Indonesia karena sejumlah merek memberikan potongan harga yang menggiurkan hingga 70%.

Chooi Yee Choong, Direktur Regional Asean Singapore Tourism Board, meyakini niat konsumen Indonesia mendatangi pesta diskon di Negeri Singa tidak akan surut meski tengah terjadi krisis ekonomi global.

“Kami yakin Indonesia, China, dan Australia akan tetap menjadi tiga peringkat teratas asal negara konsumen yang akan memburu produk selama GSS,” kata Chooi di sela-sela jumpa pers penyelenggaraan GGS 29 Mei-26 Juli hari ini.

Di samping memberikan potongan harga yang besar, selama GSS juga akan disuguhkan sejumlah atraksi hiburan yang menarik. Berbagai restoran juga menjadi salah satu tujuan konsumen Indonesia selama mengunjungi Singapura selagi pesta diskon.

Chooi mengatakan sejumlah paket yang disuguhkan selama GSS tidak cuma untuk aktivitas berbelanja, ini juga merupakan upaya Singapura untuk meningkakan daya tarik turis asing untuk mengunjungi negara itu .

“Berbelanja tidak hanya sekadar membeli tapi bisa lebih dari itu. Di samping berbelanja juga bisa berkembang jadi mendapatkan pengalaman gaya hidup,” tambahnya. (tw)

oleh : Linda T. Silitonga

Disadur dari : Bisnis.com

→ Leave a CommentCategories: Buying Guide · POS Peripherals · barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , ,

Soal Inflasi, BI Tak “Berkacamata Kuda”

June 4, 2009 · Leave a Comment

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom mengatakan bank sentral tIdak `memakai kacamata` dalam melihat perkembangan inflasi.

“Menyikapi inflasi 2010 yang kemungkinan lebih tinggi, kami tetap menjaga kebijakan moneter itu tidak bersifat narrow, dalam melihatnya tidak berkacamata kuda, kita lebih melihat jauh ke depan, karena kami perkirakan inflasi 2010 lebih tinggi dari 2009,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu.

Ia mengatakan, pada 2009, tekanan inflasi mereda seiring perlambatan ekonomi, namun pada 2010 kemungkinan inflasi tertekan kembali karena ekonomi pulih kembali.

Hal in terutama akibat dengan meningkatnya permintaan sebagai dampak dari stimulus ekonomi yang dilakukan berbagai negara.

“Bila mengamsumsikan ekonomi dunia mulai membaik, mungkin dalam periode berbeda-beda, mungkin Indonesia lebih awal pada 2010, sedangkan dunia pada kuartal III 2010,” katanya.

Ia menambahkan tekanan inflasi terutama berasal dari harga komoditas yang diperkirakan semakin meningkat pada 2010 dalam kisaran 5-6 persen di mana nilai tengahnya adalah lima plus minus satu persen.

Ia menambahkan, meski inflasi naik lagi namun tekanannya tidak akan terlalu kuat mengingat pemulihan masih dalam tahap dini.

Untuk 2009 inflasi yakin berada pada sekitar 5 persen, demikian Miranda.(*)

→ Leave a CommentCategories: barcode · berita
Tagged: , , , , , , , , , ,

PusatBarcode : Menko Perekonomian Mulai Rerformasi Birokrasi Pada 2009

December 13, 2008 · Leave a Comment

PUSATBARCODE.COM :

Jakarta, 5/12/2008 (Kominfo Newsroom) – Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kementerian Koordinator Perekonomian akan memulai pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada tahun 2009.

“Itu (reformasi birokrasi) akan dimulai tahun depan,” kata Sri Mulyani pada pelantikan pejabat eselon II, III dan IV jajaran Menko Perekonomian di gedung Depkeu Jakarta, Jumat (5/12).

Pada dasarnya, pelaksanaan reformasi di kementrian tersebut tidak akan serumit Departemen Keuangan (Depkeu), karena unit kerja yang ada serta jumlah pegawainya tidak sebesar di Depkeu.

Menurutnya, dengan jumlah eselon yang hanya 7 unit dan jumlah pegawai 300 orang, proses reformasi bisa dijalankan lebih mudah. “Tapi yang kecil ini justru rentan kegagalan, karena biasanya kita menganggap enteng sehingga probabilitas kegagalan sangat besar,” tegasnya.

Reformasi birokrasi tersebut perlu segera dilakukan, mengingat keadaan perekonomian yang sedang tertekan, dan kantor menko perekonomian menjadi andalan dalam proses pembuatan keputusan, perencanaan, sinkronisasi pelaksanaan dan evaluasi dampak formulasi kebijakan ekonomi.

“Itulah sebabnya saya minta reformasi birokrasi harus segera dilakukan dengan proses yang cepat,” katanya.(T.Ia/toeb/b)

Disadur dari : Jakstop

→ Leave a CommentCategories: barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , ,

Linear Image ungguli Laser Barcode

December 11, 2008 · Leave a Comment

PUSATBARCODE.COM – Linear Image ungguli Laser Barcode

Jika anda sudah pernah memakai barcode scanner, pasti anda sudah mengetahui kebanyakan barcode scanner menggunakan teknologi barcode scanner atau menggunakan teknologi CCD.

TEKNOLOGI LASER
Teknologi Laser menggunakan dioda laser berkekuatan 650ns. Laser ini sebenarnya setara dengan kekuatan laser pada pointer untuk presentasi. Prinsipnya dengan menambahkan sebuah motor yang bergerak ke kiri dan kanan secara cepat, maka titik laser akan membentuk sebuah garis. Garis laser ini yang akan membaca barcode dan menterjemahkannya ke dalam sandi ASCII. Karena barcode laser menggunakan motor, maka barcode scanner jenis ini menjadi rentan rusak jika terjatuh. Walaupun beberapa produk sudah diuji drop test 1 – 1.5 M pada concentrate drop test, namun tetap saja rentan dibanding menggunakan teknologi CCD. Kelemahan barcode scanner Laser lainnya adalah tidak bisa untuk membaca barcode 2D, padahal barcode jenis ini mulai banyak digunakan oleh industri manufaktur besar, seperti Seagate Hard Disk, Sony, dan Matsuhita.

TEKNOLOGI CCD
Teknologi CCD menggunakan sinar infra red dan berbeda dengan sistem laser, menggunakan teknologi CCD seperti yang dipakai pada kamera. Kepekaan pembacaan CCD masih dibawah sistem Laser. Apalagi bagi orang yang bisa menggunakan sistem laser, dimana cara scanning barcode harus tegak lurus, maka harus mengubah kebiasaan – karena pada CCD justru pembacaannya menggunakan tidak perlu tegak lurus, namun menggunakan sudut. Pembacaan dengan scanner CCD juga mensyaratkan supaya sinar dan obyek barcode didekatkan atau ditempelkan pada jarak maksimal 2 cm. Jenis barcode scanner CCD jauh lebih kuat dan tahan banting.

Membandingkan kepekaan CCD dengan laser juga harus dilihat dari resolusi CCD. CCD model lama masih menggunakan 1000 pixel. Sedangkan CCD berkualitas sudah menggunakan teknologi 2000pixel. Teknologi 2MP memungkinkan scanning CCD bisa sampai pada jangkauan 20cm, disebut dengan kelas Mid Range CCD atau pembacaan sampai 30cm disebut dengan kelas long Range Scan Distance CCD.

TEKNOLOGI LINEAR IMAGER
Teknologi terbaru adalah dengan menggunakan linear imager red lead. Dengan mengusung kapasitas mulai 2000-2500pixel, teknologi ini menggabungkan kepekaan Laser, kekuatan CCD dan masih ditambah kemampuan untuk membaca barcode 2D. Beberapa vendor barcode scanner terkemuka mulai menggunakan teknologi ini, yaitu Datalogic (dahulu PSC), Metrologic, Symbol, HHP, Postronix, dan lain-lain. Bahkan salah satu pelopor DataLogic, sudah menghentikan produksi barcode jenis CCD dan Laser, serta mengganti dengan teknologi Linear Imager.

Jelas bahwa teknologi Linear Imager akan menggantikan produk-produk barcode scanner yang ada saat ini. Beberapa produk yang sudah lazim di Indonesia:

Datalogic PSC QS2500 (Generasi pertama Linear Imager, masih kurang peka)
Datalogic Heron PS-130 (Barcode scanner berkualitas dari DataLogic)
Datalogic PSC QS6500 (Pengganti PSC QS-6000 laser yang sangat fenomenal)
Metrologic MS1890 (Produk berkualitas dari Metrologic. Salah satu Linear Imager terbaik)
Postronix Proxima (Linear Imager pertama dengan 2.5MP, performa superior)
Honeywell IT3800g
Intermec SR30

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

www.fastechindo.com

Sumber : FASTECHINDO

→ Leave a CommentCategories: POS Peripherals · barcode · berita · point of sale
Tagged: , , , , , , , , , , , , ,