Gallery

Rumput Laut Dijadikan Bahan Bakar Nabati << Pusat Barcode & Mesin Kasir

PUSATBARCODE.COM : JAKARTA – Selama ini rumput laut kebanyakan digunakan hanya untuk makanan dan sebagian kecil untuk produk kosmetik. Padahal rumput laut sangat strategis dijadikan bahan bakar nabati. Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (Pusdatin KKP) … Continue reading

300.000 Ton beras impor masuk bulan ini << Pusat Barcode & Mesin Kasir

PUSATBARCODE.COM :

JAKARTA: Beras impor dari Vietnam sebanyak 300.000 ton akan masuk bulan ini dan tidak tertutup kemungkinan aka nada impor tahap kedua. “Impor beras dari Vietnam sudah dalam perjalanan berjalan.

Impor tersebut diharapkan tidak akan terjadi lagi, tetapi kemungkinan impor tetap terbuka jika tidak terjadi peningkatan produksi beras dalam negeri,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Jakarta, hari ini.

Menurut Sutarto proses pembelian beras impor itu dilakukan government to government (G to G) sehingga tak ada alasan bagi masyarakat menuding adanya permainan jual beli oleh pengusaha.

“Pemerintah melakukan impor karena kebutuhan, no moral hazard,” tegas dia. “Pemerintah menetapkan impor itu sangat bijaksana. Tujuannya, supaya rakyat tidak kelaparan. Maka, tidak tertutup kemungkinan adanya impor lanjutan karena produksi beras kita belum tinggi akibat El Nino dan kemarau basah. Saya akan berusaha untuk tidak mengimpor,” ujar Sutarto.

Namun, kata dia, pembelian beras dari petani saat ini tidak dapat dilakukan karena tingginya demand, tetapi supply masih rendah. “Jika kami beli dari petani saat keadaan seperti ini, harga di pasar akan naik, dan semakin tidak stabil,” tegas Sutarto.

Dia mengatakan Indonesia dalam dua tahun ini cukup dianggap berprestasi. Sebab dalam dua tahun terakhir [hingga 2009] tidak ada impor beras. Oleh karena itu, jika sekarang Indonesia mengimpor beras akibat dari produksi turun yang disebabkan iklim yang tidak bersahabat, tidak perlu dipersoalkan. “Itu sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

“Kendati tidak impor itu ada andil dari hasil impor 1,3 juta ton pada 2007. Jadi impor saat ini jangan diperdebatkan. Harga dunia akan tinggi,” katanya.

Menurut Sutarto, hingga kemarin stok beras yang dimiliki Bulog hanya mencapai 1,1 juta ton. Meski stok tersebut dapat memenuhi kebutuhan hingga Februari 2010, tetap stok dianggap belum pada angka ideal sebesar 1,5 juta ton. Meski Sutarto memperkirakan produksi akan lebih tinggi dari angka ramalan II sebesar 1,17% dari produksi tahun lalu sebesar 3,6 juta ton, tetapi kenaikan penduduk sebesar 1,49% menyebabkan stok beras yang ada tidak dapat mencukupi kebutuhan seluruh penduduk.(msb)

Disadur dari : Bisnis Indonesia

Kemenkop Upayakan Produk UKM Berbasis Eco-Green << Pusat Barcode & Mesin Kasir

PUSATBARCODE.COM :

Kementerian Koperasi dan UKM mulai mengupayakan secara bertahap agar produk UKM Indonesia mulai berbasis eco-green agar lebih mudah menembus pasar ekspor.

“Kami mulai mendorong pelaku UKM agar memproduksi barangnya dengan menerapkan konsep eco-green yang lebih ramah lingkungan,” kata NEDDY RAFINALDI HALIM Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, pada Antara, di Jakarta, Rabu (13/10).

Hal itu harus mulai dilakukan untuk membuka peluang lebih besar lagi bagi pasar produk UKM yakni pasar ekspor. Produk berbasis eco-green, saat ini banyak diminati berbagai negara maju.

“Oleh karena itu kami melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada sejumlah UKM agar mulai menerapkan konsep eco-green dalam memproduksi barang-barangnya,”kata NEDDY.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menerapkan konsep eco-green tersebut termasuk menggandeng Korea Selatan (Korsel) yang selama ini dikenal dengan produk-produk UKM-nya yang ramah lingkungan. Pihaknya bahkan telah menjalin kesepakatan dengan Korsel untuk bekerja sama dalam penerapan eco-green.

Konsep eco-green merupakan konsep pengelolaan dan produksi material yang diupayakan untuk selalu ramah lingkungan. Korsel merupakan salah satu negara yang sangat concern terhadap pengelolaan produk berbasis eco-green.

“Kami telah sepakat membuat ‘joint operation’ dalam kerja sama eco-green yang akan dikembangkan di Indonesia,”kata SJARIFUDDIN HASAN Menteri Koperasi dan UKM, belum lama ini.

Menteri SJARIFUDDIN mengatakan, Korsel telah setuju untuk membantu Indonesia dalam menerapkan konsep eco-green khususnya bagi pelaku UKM di tanah air. Untuk kepentingan itu, akan segera dibuka kantor perwakilan dan pemasaran bersama di Indonesia.

Korsel setuju untuk membiayai proyek percontohan implementasi konsep eco-green di Indonesia khususnya dalam bidang UKM sekaligus pemasaran produk UKM berbasis eco-green yang ramah lingkungan. (ant/tin)

Disadur dari : Suara Surabaya

Masyarakat Mulai Cerewet Memilih Barang << Pusat Barcode & Mesin Kasir

PUSATBARCODE.COM :

Masyarakat mulai cerewet memilih dan membeli produk. Mereka sadar produk-produk mana yang layak dibeli.

Setidaknya, itu satu diantara hasil pantauan Pemkot Surabaya di Pasar Tambahrejo dan toko parcel di Jl. Walikota Mustajab, Selasa (24/08).

MUHLAS UDIN Asisten II Bidang Perekonomian Pemkot Surabaya mengatakan masyarakat sudah sadar dan cerewet memilih produk. Karena itu, penjual pun langsung mengembalikan barang ke pabrik jika diketahui sudah kadaluwarsa.

“Sudah bagus. Masyarakatnya juga makin cerewet. Distribusi barang juga bagus. Barang yang rusak langsung dikembalikan ke pabrik,” kata MUHLAS.

Sementara di toko parcel, belum ditemukan produk-produk yang tidak memenuhi syarat dalam bungkusan parsel yang dibongkar.

Menurut ENDANG TJATURRAHWATI Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Surabaya beberapa hal yang harus diteliti saat hendak membeli. Diantaranya bentuk kemasan, apakah cacat atau tidak, izin edar terutama untuk produk impor, ML sebagai tanda bahwa produk impor tersebut telah terdaftar di Balai POM dan Departemen Kesehatan RI, dan masa kadaluwarsa.

“Dilihat izin edar, kemasan, kadaluwarsa dan MLnya. Apalagi untuk parsel lebih rawan, ada kekhawtiran produknya kadaluwarsa,” ujar ENDANG.

Sidak di 3 tempat yakni Pasar Tambahrejo, toko parcel Jl. Walikota Mustajab dan Giant A. Yani. Selain memantau lonjakan harga di pasar tradisional, sidak ini juga bertujuan untuk mengecek persiapan persediaan barang termasuk kondisinya selama Ramadhan dan jelang Lebaran.(git)

Disadur dari :  Suara Surabaya

Kenaikan Harga Akibat Faktor Cuaca dan Spekulan Nakal << Pusat Barcode & Mesin Kasir

PUSATBARCODE.COM :

HATTA RAJASA Menteri Koordinator Ekonomi menjamin harga bahan pokok akan stabil sebelum Lebaran. Menurutnya kenaikan ini disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu dan juga ditengarai adanya spekulan yang memanfaatkan masa sulit ini.

JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya, Minggu (22/08) melaporkan, biasanya menurut HATTA waktu yang digunakan sejak panen hingga ke pasar membutuhkan waktu 3 minggu, namun saat ini membutuhkan waktu 5 minggu karena masa penjemuran padi yang tidak menentu.

HATTA mengatakan meski ada gangguan, masyarakat diingatkan jangan khawatir karena stok beras di Bulog masih cukup. Menurutnya saat ini pemerintah telah mengambil tindakan antisipasi untuk meredam gejolak harga ini.

Tindakan tersebut diantaranya akan mempercepat proses pengiriman dan pemberian beras untuk warga miskin selama dua bulan ke depan.

Sementara itu MARI ELKA PANGESTU Menteri Perdagangan mengatakan operasi pasar yang dilakukan selama ini telah menampakkan keberhasilan.

Dari sidak yang dilakukannya di pasar-pasar, MARI mengaku di beberapa daerah harga beras, daging sapi, daging ayam dan telur sedikit demi sedikit mengalami penurunan harga.(med/ipg)

Disadur dari :  Suara Surabaya

Harga Daging Ayam Merangkak Naik << Pusat Barcode & Mesin Kasir

Sragen (ANTARA News) – Harga daging ayam di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, merangkak naik selama empat hari awal Ramadhan 2010.

“Untuk harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp25.000 setiap kilogram atau naik hampir 40 persen dari harga sebelum Ramadhan yang mencapai Rp18.000,” kata pedagang di Pasar Induk Bunder Sragen, Sutini (30) di Sragen, Sabtu.

Dia mengatakan, kenaikan harga tinggi juga terjadi pada daging ayam kampung yang naik dari Rp30.000 menjadi Rp42.000 setiap kilogram atau naik sebanyak 40 persen.

Untuk daging ayam petelur sendiri, lanjutnya, juga naik dari Rp25.000 menjadi Rp38.000 atau sebanyak 52 persen.

“Naiknya daging ayam di Sragen disebabkan oleh naiknya harga ayam hidup yang dijual oleh peternak,” kata Sutini.

Untuk harga ayam potong yang masih hidup, kata dia, naik dari Rp11.000 menjadi Rp18.000 setiap ekor, sedangkan ayam kampung hidup harganya naik dari Rp30.000 menjadi Rp40.000.

Harga ayam petelur yang masih hidup, lanjutnya, naik dari Rp25.000 menjadi Rp36.000.

“Kondisi naiknya harga daging ayam tersebut saat ini tidak disertai dengan meningkatnya jumlah permintaan dari pembeli,” kata dia.

Sutini mengatakan, saat ini para pembeli malah mengurangi jumlah pembelian karena naiknya harga daging ayam tersebut, yang biasanya membeli dua kilogram sekarang malah mengurangi jadi satu kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam pada Ramadhan kali ini juga disebabkan permainan harga dari pedagang besar yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk mencari untung lebih.

Berbeda dengan harga daging ayam yang naik selama Ramadhan 2010 ini, harga daging sapi terus stabil selama dua pekan terakhir.

Seorang pedagang lainnya di Pasar Bunder, Tukiyem (50) mengatakan, kenaikan harga daging sapi selama Ramadhan dan Lebaran hanya terjadi akan terjadi mulai dua hari sebelum Lebaran hingga hari kedua Lebaran.

“Kenaikan harga daging sapi pada momen-momen seperti itu biasanya mencapai antara 50 hingga 75 persen dan setelah hari kedua Lebaran, harganya kembali normal,” kata Tukiyem.

Dia mengatakan, selain momen tersebut masyarakat tidak terlalu meminati daging sapi, tetapi lebih meminati daging ayam sebagai bahan hidangan selama Ramadhan.

Berikut harga daging sapi di Sragen:

——————————————————————————

komoditas Harga per kg

10/8 14/8

——————————————————————————

daging sapi Rp52.000 Rp52.000

daging iga sapi Rp45.000 Rp45.000

iga sapi Rp20.000 Rp20.000

hati sapi Rp40.000 Rp40.000

kulit Rp20.000 Rp20.000

——————————————————————————
(ANT/K004)

Disadur dari :  AntaraNews

Bulog Jatim Gelontor Beras Operasi Pasar di Surabaya << Pusat Barcode & Mesin Kasir

PUSATBARCODE.COM :

Menindaklanjuti instruksi Menteri Perdagangan, Bulog Jawa Timur melakukan operasi pasar beras ke 4 pasar di Surabaya mulai Sabtu (14/08), yakni Pasar Wonokromo, Bendul Merisi, Tambahrejo, dan Pucang.

AGUSDIN FARIEDH Kepala Bulog Jawa Timur saat dihubungi Suara Surabaya, Jumat (13/08) mengatakan operasi pasar beras itu ditargetkan untuk kelas medium (yang punya kadar butir patah mencapai 20%). Targetnya menurunkan harga dari yang semula Rp5800 menjadi sekitar Rp5400 perkilogram.

Berapa lama operasi pasar diberlakukan, AGUSDIN mengatakan sampai harga beras kelas menengah itu kembali stabil di kisaran Rp5400 perkilogramnya. “Kita akan gelontor terus beras operasi pasar sampai harganya Rp5400,” kata dia.

Setelah Surabaya, kata AGUSDIN, operasi pasar beras akan dilanjutkan di daerah-daerah lain di Jatim seperti Malang, Banyuwangi, Jember, dan Kediri.(gk/edy)

Disadur dari : Suara Surabaya