Swasta Asing Kembali Menyerbu, Ritel Lokal Belum Hilang Pesona

PUSAT BARCODE :

INILAH.COM, Jakarta – Masuknya pemain asing seperti Walmart dan Tesco dalam pasar ritel modern domestik, akan memperketat persaingan. Namun, kondisi ini diyakini belum mengancam peritel lokal.

Purwoko Sartono analis dari Panin Sekuritas mengatakan, masuknya pemain asing memang belum tentu jadi ancaman perital lokal seperti PT Matahari Putra Prima (MPPA), PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS), dan PT Mitra Adiperkasa (MAPI). “Tetapi, bila meliat target pasarnya, tentu bisa menjadi berita buruk bagi saham bersangkutan,” ujarnya Kamis (19/11).

Purwoko mengakui, Walmart dan Tesco memang termasuk peritel besar dan handal di negerinya. Namun, belum tentu dapat bertahan di Indonesia, “Sebelum krisis, Walmart juga pernah masuk ke Indonesia, tapi gagal,” tukasnya.

Seperti diketahui, dua raksasa ritel dunia, Tesco dari Inggris dan Walmart dari AS, berencana masuk ke pasar ritel Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Benjamin J Mailool mengatakan, peritel asing ini kemungkinan masuk melalui sistem merger, yang notabene lebih mudah ketimbang membuat baru.

Menurutnya, selain populasi penduduk yang besar, pasar Indonesia menarik untuk pengembangan bisnis ritel. Hal ini terkait pertumbuhan ekonomi yang masih positif.

“Namun, peritel asing juga masih mencermati kepastian hukum dan regulasi perdagangan,” ujarnya. Purwoko merekomendasikan saham ritel MPPA dan RALS. “Emiten ini dapat menjadi pilihan menarik saat ini,” imbuhnya..

MPPA saat ini belum akan melirik lagi pasar di luar negeri dan fokus menggarap ritel di dalam negeri, meski berhasil menjadi peritel terbaik di Asia Pasifik untuk ketiga kalinya.

Direktur Corporate Communication Matahari Danny Kojongian mengatakan krisis ekonomi dunia juga menjadi pertimbangan peritel multiformat itu sehingga belum berminat lagi menggarap pasar di negara lain, setelah membuka satu department store Matahari di Shenzhen, China, pada 2006.

Sedangkan Danareksa Securities masih mempertahankan rekomendasi beli untuk RALS. Hal ini seiring kinerja kuartal krtiga 2009 yang masih in line dengan ekspektasi, meskipun sedikit melebihi forecast konsensus. “Kami masih mempertahankan target harga di Rp720 dengan rekomendasi beli,” ungkapnya.

Per Oktober 2009, penjualan RALS turun 25% dibandingkan sebulan sebelumnya menjadi Rp298 miliar. Hal ini karena faktor hari raya yang sudah berlalu. Sedangkan penjualan secara kumulatif turun 3,3% menjadi Rp4,68 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Angka ini telah mencapai 81,6% dari estimasi 2009 kami,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejak awal tahun, same store growth SSG per November 2009 membaik menjadi minus 3,9% dari sebelumnya minus 4%. Namun, peningkatan tersebut tidak signifikan dari yang diharapkan, akibat rendahnya penjualan 2009.

“Estimasi pendapatan 2009 masih dipertahankan, meskipun prediksi 2010 diturunkan 5,1%, akibat merosotnya penjualan dan kenaikan biaya operasional,” jelasnya.

Untuk MAPI, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru-baru ini telah memberi rating id A+ atas obligasi I/2009. Dengan peringkat tersebut, lembaga pemeringkatan menilai prospek keuangan maupun kinerja perusahaan ritel ini dalam kondisi stabil.

Analis Pefindo Vonny Widjaja dan Niken Indriarsih menyatakan, rating tersebut menggambarkan posisi MAPI yang kuat di industri ritel modern Indonesia. MAPI memiliki strategi pasar yang kuat lewat diversifikasi produk, strategi pemasaran, dan jalur distribusi yang luas sesuai target konsumennya, yakni kelas menengah-atas.

Kinerja perseroan juga memuaskan. Sepanjang kuartal ketiga 2009, MAPI berhasil membukukan kenaikan penjualan 22% dan laba bersih hingga 100%. Perseroan pun memiliki 689 gerai di seluruh Indonesia.

Dengan masuknya swasta asing ke pasar domestik, industri ritel dalam negri tampaknya masih bisa bertahan. Hal ini didukung membaiknya daya beli, terindikasi dengan reboundnya indeks CCI dan Retail Sales Index. Selain ditopang kondisi makro yang menguat, terutama dengan ekspektasi membaiknya inflasi dan tingginya pertumbuhan ekonomi. [mdr]

Disadur dari : inilah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s