Muji Makmur, Pasar Baru Penampung Pedagang Pasar Tumpah

PUSATBARCODE.COM :

Dilengkapi Food Court, Jam Operasional Lebih Panjang

Sepanjang Jalan Banyu Urip dan Simo terkenal macet dan kumuh. Penyebabnya, ada sejumlah pasar tumpah yang memakan badan jalan. Tapi, masalah tersebut segera teratasi. Sebab, pedagang luberan Pasar Asem dan PKL (pedagang kaki lima) Simo Kalangan dipastikan pindah ke pasar baru bernama Muji Makmur.

TAHUN ini, pemkot punya sejumlah proyek prestisius di kawasan Banyu Urip. Salah satunya, pembuatan saluran atau box culvert yang berjarak 2,4 kilometer.

Untuk proyek tersebut, dana yang disiapkan cukup besar, Rp 135 miliar. Pembangunan box culvert di kawasan itu sebenarnya sudah dimulai tahun lalu. Rutenya, mulai Girilaya, Banyu Urip, hingga Darmo Satelit.

Nah, pengerjaan box culvert Girilaya dan Banyu Urip sudah dirampungkan oleh dinas bina marga dan pematusan (DBMP) selaku pelaksana proyek. Tahun ini, targetnya adalah membangun saluran dari Banyu Urip hingga Darmo Satelit.

Pembangunan lanjutan saluran itu dikhawatirkan terkendala. Sebab, banyak pedagang di rute Banyu Urip hingga Darmo Satelit yang masuk wilayah Kecamatan Sukomanunggal. Parahnya, mereka berjualan di atas saluran.

Sehingga, mau tidak mau, jika proyek ingin berjalan mulus, salah satu solusinya adalah memindah pedagang-pedagang. Di antaranya, pedagang luberan Pasar Asem dan PKL Simo Kalangan.

Selama ini, pedagang di sana memang kerap menimbulkan masalah. Karena berjualan memakan badan jalan, otomatis mereka mengganggu pemandangan. Selain itu, arus lalu lintas terganggu.

Pelaksanaan proyek box culvert semakin dekat. Bulan depan, pembangunan dilakukan sehingga proses pemindahan pedagang dikebut. “Peletakan batu pertama akan dilakukan pada minggu pertama bulan depan (Mei, Red),” kata Camat Sukomanunggal Suud Asyari.

Kecamatan berhasil menemukan investor PT Kencana Bangun Sarana (KBS) yang siap menyediakan lahan untuk menampung pedagang. Perusahaan itu menyiapkan lahan 4.000 hektare di Simo Jawar. Lokasi baru tersebut tak jauh dari tempat berjualan pedagang saat ini, hanya 1 kilometer. Penampungan itu juga sudah diberi nama: Pasar Muji Makmur.

Direktur Utama PT KBS M. Soedjatmiko mengatakan, pasar tersebut nanti diupayakan secara representatif untuk pedagang pasar. “Pastinya lebih baik dan nyaman daripada tempat berjualan mereka saat ini,” ucap pria yang biasa disapa Ki Jatmiko itu.

Pria yang juga pengurus KBS (Kebun Binatang Surabaya) itu yakin, luasan Pasar Muji Makmur bisa menampung seluruh pedagang pasar yang kini berjualan di pinggir Jalan Simo Kalangan-Banyu Urip.

Jumlah pedagang luberan Pasar Asem (pasar resmi PD Pasar Surya) itu sekitar 350 orang. Sedangkan Pasar Muji Makmur memungkinkan menampung hingga 400 pedagang.

Menurut dia, pasar yang akan dibangun tersebut akan dibuat dalam sembilan blok. Tiap blok itu bakal menampung jenis dagangan yang berbeda. “Sehingga, semua jenis dagangan bisa tertampung di pasar baru ini,” ujar pria yang juga fungsionaris Partai Hanura tersebut. Setiap blok juga memiliki ukuran yang bervariasi. Mulai 1,5meter x 2m hingga 4m x 3m.

Pasar Muji Makmur akan dibagi dalam dua bagian, yakni pertokoan dan pasar tradisional. Konsep pertokoan akan dibentuk seperti kios. Ada 38 kios yang akan dibangun, mulai toko emas, pakaian, buku, hingga kios elektronik. Rinciannya, 19 unit kios dipakai untuk emas dan pakaian di blok A. Untuk buku dan elektronik, dijatah 19 unit toko dan ditempatkan di blok AA. Pertokoan tersebut berada di sisi utara atau tepat di bagian depan pasar.

Selain membangun kios berbentuk toko, Muji Makmur tepat untuk menyediakan semacam stan. “Inilah yang kami katakan konsep tradisional,” ucap Sudjatmiko.

Stan-stan itu akan dibangun di tujuh blok lainnya. Tujuh blok tersebut meliputi blok B hingga blok H. Blok B stan akan digunakan untuk pedagang sembako. Jumlahnya 23 unit. Selanjutnya, di blok C, ada 60 stan khusus buah.

Sudjatmiko mengakui, konsep pasar baru tersebut memang berbeda dengan konsep Pasar Simo yang ada. “Kami ingin membuat jam operasi pasar lebih panjang,” ujarnya. Pedagang stan semisal sayur, ikan, dan lain-lain akan beroperasi hingga siang hari. Sedangkan toko bisa beroperasi hingga sore hari.

Rencananya, pasar tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas food court yang bisa digunakan untuk berjualan makanan pada malam hari. (gun/upi/kha/c8/fid)

Disadur dari : JawaPos.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s