Secercah Harapan di Bisnis Ritel

PUSATBARCODE.COM :

SEJARAH baru tertoreh pada bisnis di Indonesia kemarin (16/4). Sebuah perusahaan swasta nasional mengambil alih sebagian kepemilikan perusahaan multinasional. Hal itu terjadi ketika Trans Corp, kelompok usaha milik pengusaha Chairul Tanjung, mengumumkan secara resmi pembelian 40 persen saham PT Carrefour Indonesia, anak usaha Carrefour SA, perusahaan 25 besar Fortune Global 500.

Aksi korporasi itu menjadikan Trans Corp sebagai pemegang saham terbesar Carrefour Indonesia. Pemegang saham lain adalah Carrefour SA (sebanyak 39 persen), Carrefour Nederland BV (9,5 persen), dan Onesia BV (11,5 persen).

Selain munculnya tentakel baru gurita bisnis Chairul Tanjung, berita tersebut menjadi sorotan karena juga berpotensi mengubah peta bisnis ritel. Carrefour saat ini merupakan retailer terbesar di Indonesia serta mempunyai pengaruh besar terhadap distribusi barang dan komoditas di negeri ini. Ekspansi agresif raksasa ritel asal Prancis itu sejak datang ke Indonesia 12 tahun lalu membuat gentar bisnis ritel di Indonesia secara keseluruhan.

Mengutip hasil penelitian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), pangsa pasar Carrefour di hulu mencapai lebih dari 65 persen, sedangkan pangsa pasarnya di hilir mencapai 48 persen. Posisi yang sangat dominan itu membuat banyak pihak tidak nyaman. Salah satu tuduhan yang paling sering muncul adalah Carrefour mematikan pasar trandisional tempat para peritel menengah dan kecil berkiprah. Selain itu, raksasa hypermarket itu juga dituduh memaksakan persyaratan perdagangan (trading term) yang memberatkan pemasok dari industri kecil menengah.

Carrefour Indonesia membantah semua tuduhan itu. Dalam berbagai kesempatan, petinggi Carrefour menyatakan mereka bukanlah pesaing pasar tradisional. Pesaing Carrefour adalah perusahaan pasar modern atau supermarket. Tidak hanya membantah, Carrefour juga menjalankan program bantuan dana kepada pedagang tradisional dan melakukan promosi terhadap mereka. Program microfinance itu didukung Yayasan Carrefour Internasional.

Hadirnya Chairul Tanjung lewat Trans Corp diharapkan bisa mengakhiri tuduhan dan bantahan tersebut. Tangan dingin pengusaha yang sukses di bisnis media, lifestyle, keuangan, serta entertainment itu bisa membuat “wajah” Carrefeour menjadi lebih “ramah”.

Satu langkah awal yang bisa dilakukan Chairul Tanjung untuk menunjukkan kehadirannya di Carrefour berimbas positif adalah menyelaraskan bisnis Carrefour dengan aturan main bisnis ritel. Pemerintah sudah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) No 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, serta Toko Modern (biasa disebut Perpres Pasar Modern).

Pada perpres yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Desember 2007 itu diatur enam pokok masalah. Yaitu, definisi, zonasi, kemitraan, perizinan, syarat perdagangan (trading term), kelembagaan pengawas, dan sanksi. Soal zonasi atau tata letak kewenangannya dilimpahkan kepada pemerintah daerah (pemda).

Meskipun sudah 2,5 tahun berlaku, perpres tersebut hampir tidak berimplikasi signifikan. Banyak pasar modern yang tetap dibangun di dekat pasar tradisional. Bahkan, untuk kelas minimarket, gerai pertumbuhan bak musim hujan seperti tanpa aturan. Reputasi panjang Chairul Tanjung tentu bisa mengubah Carrefour yang kini menjadi market leader sekaligus price leader menjadi teladan untuk perbaikan bisnis ritel di tanah air. (*)

Disadur dari : JawaPos.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s